Demam Pokemon Go


Ini games yang paling happening sejagad, banyak yang nungguin dari beberapa bulan lalu. Sempet muncul dalam versi beta dan mundur dari jadwal perilisan karena server yang katanya down disebabkan dengan banyaknya yang menggunakannya. Ya itulah POKEMON GO..

Tulisan disini adalah murni pendapat pribadi saya, baik sebagai end user maupun orang tua yang memiliki anak dengan umur yang relatif masih perlu bimbingan orang tua. Jujur saya belum pernah mencoba untuk menginstall aplikasi ini baik di perangkat Android maupun iOS saya, karena memang saya kurang minat dengan game dan juga belum secara resmi keluar di Playstore dan AppStore.

Setelah saya membaca ulasan dan juga melihat review YouTubers maupun Vlog beberapa yang sudah menggunakannya, kelihatannya cukup seru permainan POKEMON GO ini karena tidak membosankan dan cukup menantang karena kita harus mencari sebanyak-banyaknya POKEMON.

Selain itu juga kalo dipergunakan dengan benar, games ini bisa dijadikan sebagai media promosi suatu tempat yang biasanya orang jarang mau pergi contohnya museum, taman kota, gedung-gedung bersejarah dan sebagainya dimana orang Indonesia jarang banget mengunjunginya. Belum lagi saya baca di Facebook, ada driver gojek di Bandung yang siap mengantarkan para pelanggannya untuk menangkap pokemon dengan fasilitas helm, masker dan tentu saja POWERBANK. Hahahaha.. Driver ini jeli banget nangkep peluang (salut kang..)

Yang perlu diwaspadai adalah karena games bukan untuk indoor, maka dampak negatif yang bisa ditimbukan (menurut saya pribadi) :

  • Karena asyiknya menangkap POKEMON, kita sering lupa ada dimana. Saking antusiasnya sampe lupa bahwa kita ada di jalan yang tentu saja bisa membahayakan kita sendiri atau orang lain (kecelakaan baik ringan maupun sampe merugikan orang lain)
  • Saya sebagai orang tua kuatir anak-anak yang bermain menangkap POKEMON di tempat yang tidak semestinya mereka datangi contohnya diskotik atau pub. Ngeri kan kalo gitu..
  • Addicted, contohnya saya baca di detik.com di Selandia Baru ada yang sampe keluar dari pekerjaan karena ingin fokus menangkap pokemon. Whatttt??? Ember gak salah baca, serius fokus menangkap pokemon.. Huhuy.. No comment..

Jadi bijaksanalah untuk menggunakan aplikasi atau game yang kita pakai. Jangan sampai membuat kita lupa akan realita kita apalagi kewajiban kita. So be wise guys..

Oh sebelum beres nulis, saya kasih link review salah satu VLOGers yang menurut saya cukup memberikan gambaran mengenai POKEMON GO.. GBU..

Advertisements

My name is Kenoya

Jumat kemarin (24 Juli 2015), kami kedatangan anggota keluarga baru. Sebenernya istri dan 2 anak gua yang menanti-nantikannya sejak lama. Udah kira-kira 1,5 bulan ini, istri saya kalo di rumah selalu googling dan nonton youtube mengenai dunia dogie. Pilihannya jatuh ke Maltese, dogie cantik dengan bulu putih. Dia udah mempelajari banyak hal dari cara merawat bulunya, makanan apa saja yang boleh dan tidak, cara mengucir bulunya, cara membersihkan kotoran mata (belek) sampai tau bahwa tempat makannya tidak boleh menggunakan bahan yang dasarnya dari plastik karena jenis Maltese tidak boleh terlalu banyak bahan yang mengandung mineral (walaupun jujur g gak ngerti hubungannya hahahahaha..)

Sebenernya sih gua dan istri memang familiar dengan dogie karena sejak kita kecil selalu dikelilingi oleh dogie. Sampai akhirnya salah satu dogie kesayangan kita meninggal karena usia. Udah ah ntar sedih dan nangis lagi kalo diceritain. Hahahahaha.. Dan kenalin anggota baru di keluarga kita.. KENOYA..

Hello, my name is Kenoya.

Hello, my name is Kenoya.

Dogie ini hasil pemberian seorang teman kuliah, kerja istri saya dan juga bekas teman kerja saya di tempat yang lama – namanya Elvina aka Si Juragan kami menyebutnya.. Hahahaha.. Btw thanks ya juragan..

Jenisnya Miniature Schnauzer, asal ras ini dari Germany. Tergolong dogie yang memiliki inteligen yang tinggi. Jenis ini tergolong sebagai anjing penjaga, yang akan memjaga siapapun yang disayanginya walaupun yang dihadapinya tidak sebanding dengan besar tubuhnya. Usia Kenoya saat ini 5 tahun, kita bersyukur juga karena masa gigi yang gatal sudah lewat sehingga perabotan kami bisa terselamatkan. Wkwkwkwwkwk..

Med & Little Bunny with Kenoya

Med & Little Bunny with Kenoya

Kenoya cukup manja ternyata, malam pertama dia di rumah membuat sang mommy bela-belain  tidur di sofa depan biar dia gak nangis. Tapi buat saya sebel juga ditinggalin karena dogie.. BEUH.. Hahahahaha.. Kalah dengan dogie yang baru dateng.

Sabtunya kita udah bawa Kenoya jalan-jalan di komplek kantor saya karena kebetulan saya ada janji dengan rekan di kantor. Hasilnya dia seneng banget bisa jalan-jalan bareng anak-anak. Pulang dari sana, ehh laper dia.. Makannya cukup banyak tapi gak sulit. Dan menurut pandangan saya sejauh ini, Kenoya cukup pintar memahami apa yang kita coba ajarkan meskipun semalam saya memergoki dia sedang tidur terlentang sodara-sodara di sofa. Hahahahaha..

Pagi-pagi begitu saya bangun, dia minta keluar halaman ternyata untuk pipis. Hadeuh saya seneng banget karena dia ngerti harus dimana. Tinggal belum pup-nya nih.. Bingung juga napa gak pup-pup sejak jumat malem. Tapi mungkin masih asing kali ya, kita tunggu aja. Hahahaha..

Welcome to the family Kenoya.. We love you.. Semoga dengan kehadiranmu, bisa menambah nilai positif buat keluarga kami ya. Istri saya menyebutnya sebagai “Little Happiness”